Senin, 12 Januari 2009


SAN FRANSISCO - Seorang seniman San Fransisco berencana mengganti bola matanya dengan kamera video setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Penggantian kamera video pada mata Tanya Vlach itu juga bertujuan merekam seluruh kejadian dalam kehidupannya.


Tanya kehilangan sebelah matanya ketika mengalami kecelakaan mobil. Upaya untuk memasang kamera pada matanya diungkapkan Tanya dalam blog pribadinya.

Tanya menginginkan para ilmuwan dapat membantu mewujudkan keinginannya, yakni sebuah webcam mini yang dapat menampilkan perbedaan cahaya. Mata bionic yang ia inginkan juga harus didukung dengan Bluetooth, 3 kali optical zoom, dan memiliki memori card 4GB dan dapat merekam setiap momen.

Sementara itu, beberapa ahli dan pakar mengatakan, untuk mewujudkan semua keinginan Tanya sebenarnya tak terlalu sulit karena sudah banyak teknologi untuk mengembangkan Mata Bionic. Dari beberapa e-mail yang diterimanya, Tanya menyatakan banyak ahli yang telah membantunya untuk mewujudkan keinginan tersebut. (srn)

Minggu, 04 Januari 2009

Pomi Si Robot Pinguin

SEOUL - Peneliti asal Korea Selatan meluncurkan model robot peliharaan terbaru. Sebuah Pinguin bernama Pomi yang diklaim dapat berinteraksi dengan manusia.

Pomi merupakan kepanjangan dari Penguin Robot for Multimodal Interaction. Ia diklaim oleh sang penemu memiliki kemampuan melihat, mendengar, menyentuh dan menyium bau. Kemampuan ini dapat dibuktikan dengan perubahan pada wajah sang robot.

Robot ini merupakan hasil kembangan dari para peneliti di Electronics and Telecommunications Researcher Institute (ETRI). Mereka pun akan mulai menyempurnakan Pomi sehingga dapat segera dikomersilkan pada kahir bulan juli 2008.
Robot tersebut dapat menggerakkan bibir, alis mata, bahkan menggerakkan matanya secara bebas sebagai bentuk dari ekspresi emosi yang ada di dalam dirinya. Bahkan sebuah kotak dalam dadanya akan menampilkan detak jantung yang berbeda sesuai dengan suasana hatinya.

Pomi diprogram untuk dapat menjawab tuannya melalui teknologi pengenalan suara dan beberapa sensor berbeda memungkinkannya untuk mengenali dan mencari lokasi orang lain.
"Teknologi ekspresi emosi dan fungsi interaktif telah digunakan di Pomi. Teknologi ini juga akan di-upgrade untuk kepentingan industri robot rumahan, manufaktur dan kebutuhan robot pintar lainnya," ujar juru bicara ETRI seperti dilansir melalui AFP, Sabtu (14/6/2008). (srn)

Sabtu, 27 Desember 2008

Mp3 selamatkan nyawa pemain sky !!!!


ZURICH - Dua turis asal Prancis ini mungkin harus berterima kasih kepada Mp3 player kesayangannya. Pasalnya, gara-gara cahaya di alat pemutar musil digital tersebut, mereka dapat terselamatkan.
Kejadian ini bermula ketika, dua turis asal Prancis senang melakukan bermain ski di pegunungan Swis. Namun malang, akibat cuaca yang buruk, mereka dilaporkan hilang sejak Jumat 26 Desember lalu, setelah beberapa hari belum kembali di penginapannya di Resort Savognin di wilayah Swiss bagian tenggara.
Yang lebih sialnya, ponsel mereka juga kehabisan baterai, sehingga kedua turis yang tidak disebutkan namanya itu, tidak bisa meminta bala bantuan. Polisi yang melakukan penyisiran pun mengalami kesulitan dalam pencarian.
Beruntung, saat itu Mp3 player yang mereka gunakan masih menyala. Sehingga, tim penyelamat yang melihat cahaya di tengah hamparan salju, bisa langsung menyelamatkan keduanya.
"Kedua orang tersebut berhasil ditemukan oleh staf dari tim SAR melalui helikopter setelah tengah malam lewat. Seharusnya mereka berterima kasih kepada Mp3 playernya yang mengeluarkan cahaya itu," tukas juru bicara tim penyelamat Gery Baunman, seperti yang dilansir Reuters, Minggu (28/12/2008).

Sabtu, 06 Desember 2008

Mito 300, Slider Cantik untuk Kaum Hawa

Mito kali ini memperhatikan pengguna ponsel kalangan wanita dengan meluncurkan Mito 300 yang berdesain slider cantik.

Desain ponsel Mito 300 berbeda dari ponsel-ponsel yang telah ada dipasaran. Pasalnya Mito 300 merupakan ponsel mid end berdesain sliding music phone pertama dengan kualitas yang dapat dijamin ketangguhannya jika dibanding ponsel keluaran China lainnya. Tak hanya sampai disitu, untuk menambahkan kesan stylish Mito 300 sengaja dibumbui dengan baluran warna chrome.

Mito 300 dipersenjatai dengan tampilan Layar yang berjenis TFT berdimensi 1,8 inch. Tak hanya sampai disitu, ketajaman warna Mito 300 pun ikut teruji dengan menyertakan LCD berkedalaman 65 K warna dengan akselerasi gambar 128 x 128 pixel, sehingga akan lebih memanjakan pengguna Mito 300.

Ponsel mungil dan elegan ini semakin istimewa karena telah dilengkapi sarana multimedia yang memadai. Dengan kamera berkekuatan 0,3 MP, hasil jepretan kamera Mito 300 ini sudah dapat menghasilkan gambar yang tajam jika dibandingkan dengan produk sekelasnya. Disamping itu, kamera Mito 300 juga telah dilengkapi dengan 3x optical zoom untuk resolusi max 240 x 320.

Bagi Anda yang sering menyimpan data di ponsel dan melakukan transfer data ke perangkat lain, maka Mito 300 merupakan ponsel yang sangat cocok karena telah memiliki sarana koneksi yang mumpuni untuk mentrasfer data berkecepatan tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan karena Mito 300 telah dipersenjatai USB 1,2 sebagai sarana konektifitas berkabel yang dapat menghubungkan ponsel dengan PC. Tak hanya sampai disitu, Bluetooth pun turut disertakan pada ponsel terbaru Mito ini.

Mito 300 menyuguhkan fitur unik. Pasalnya di ponsel terbaru mito ini telah memiliki fitur untuk memanipulasi suara. Alhasil, lawan bicara Anda akan tertawa saat mendengarkan suara anda yang telah dimanipulasi oleh mito 300 melalui fitur 'magic voice changer'. Pilihan suara yang dimanipulasi dapat menjadi suara pria, wanita, anak atau orang tua.

Selain itu, Mito 300 memiliki pula fitur dual GSM ON yang dapat mengaktifkan dua kartu GSM yang berbeda secara bersamaan. Disamping itu, fitur hiburan dan personalisasi tak dilupakan oleh Mito di ponsel terbarunya.

Baterai berjenis Li-ion dengan kapasitas 600 mAh membuat baterai dapat tahan hingga 157 jam untuk waktu standby dan 120 menit untuk waktu bicara. Ketahanan tersebut dapat bertambah jika tidak menyertakan kedua kartu yang dapat 'On' bersamaan

Minggu, 30 November 2008

Sapa bilang software asli mahal????

JAKARTA - Dalam kurun waktu 20 bulan terakhir atau sejak tahun 2006, Business Software Alliance (BSA) Indonesia telah menjadi saksi ahli dalam 108 kasus penggunaan software ilegal atau bajakan. Sejumlah kasus di antaranya telah diputus pengadilan karena terbukti menggunakan sofware ilegal.

"Sebagai saksi ahli, BSA Indonesia dirasakan cukup berperan dalam meluruskan sejumlah perselisihan terkait penggunaan software. Sebab diantara 108 kasus itu ada juga yang tidak cukup bukti menggunakan software bajakan," ujar Perwakilan BSA Indonesia Donny A Sheyoputra, melalui keterangan resminya, Kamis (20/11/2008).

Dalam satu kasus di Jawa Timur misalnya, BSA Indonesia berhasil meluruskan kasus penyitaan sejumlah unit komputer sebuah perusahaan yang diduga menggunakan software tak berlisensi, yang belakangan diketahui menggunakan software open source atau software gratis lainnya.

Donny juga menekankan bahwa tidak semua software asli mahal harganya. Sebaliknya, tidak semua software yang harganya murah pasti dijamin terbebas dari pembajakan. Andal Software Sejahtera yang� menyediakan paket software senilai Rp50 juta hingga 100 juta justru tidak memiliki problem pembajakan.

"Sementara Zahir International, penyedia software lokal lainnya yang menetapkan harga relatif murah antara Rp1 juta hingga 15 juta� justru banyak dibajak," kata Donny.

Sejumlah perusahaan software juga telah menurunkan harga software-nya untuk keperluan pendidikan dan akademik. Bahkan ada penyedia piranti lunak yang memiliki kebijakan memberikan software gratis untuk kepentingan akademisi. Sayangnya justru ketika dilakukan pendekatan, ada pihak yang menyalahgunakan program tersebut untuk kepentingan pribadi.

Donny juga menyebut kasus ketika Zahir International pernah bermaksud memberikan software-nya secara cuma-cuma untuk kalangan akademisi, namun justru ditolak oleh sejumlah oknum agar software tersebut dikenakan harga.

"Sebab dengan diberikan label harga, ini memungkinkan oknum tersebut untuk melakukan mark up," ujarnya.

Jadi, lanjut Donny, kendati telah disediakan sejumlah program software gratis maupun program paket murah, banyak pihak yang justru ingin menikmati keuntungan untuk kepentingan pribadi.

Terkait tingkat pembajakan di Indonesia hingga akhir tahun 2008, Donny belum bisa memberikan angka definitif. Namun ia memprediksi, persentase produk piranti lunak yang dibajak akan turun.

"Setidaknya ini bisa dilihat antara lain dari peningkatan angka penjualan sejumlah produsen piranti lunak yang meningkat signifikan hingga tahun lalu," papar Donny yang kemudian mencontohkan angka peningkatan penjualan 100 persen pada tahun 2007 yang dialami Zahir International.

Sementara itu, perusahaan software yang akan berafiliasi dengan BSA Indonesia dipastikan akan bertambah menjadi lima perusahaan, setelah sebelumnya Zahir International dan Andal Software Sejahtera bergabung dengan BSA Indonesia. (srn)

Sabtu, 15 November 2008

Gila Robot aaz bisa maen sepak bola,,,,

Setelah menyelesaikan Euro 2008, Austria kini mempersiapkan ajang RoboCup. Pertandingan ini akan melibatkan 500 robot untuk bermain sepakbola di lapangan tertutup.

Perhelatan ini sejatinya telah diadakan di Austria sejak 1997 dan dinyatakan sebagai demo robot terbesar di dunia. RoboCup nantinya akan diadakan di kota Graz, Austria, pada bulan Juli 2009.

"Sepakbola robot tidak sekadar hiburan. Ini merupakan skenario ideal untuk mengembangkan pergerakan robot di lingkungan mobile," ujar pihak penyelenggara Gerald Steinbauer, seperti dikutip melalui AFP, Selasa (22/7/2008).

500 robot tersebut nantinya akan bergabung dengan 2500 manusia yang membentuk beberapa tim, yang akan bersaing memperebutkan empat gelar kejuaraan, tergantung ukuran sang robot.

Program serius dalam pertandingan ini, salah satunya, akan mengujicoba kemampuan para robot untuk menyelamatkan manusia dalam simulasi gempa, yang akan diadakan juga di pertandingan ini. Selain itu, seorang ahli robot juga akan dihadirkan untuk memberikan kuliah pengembangan robot

Sabtu, 08 November 2008

Mari menuju kampus digital

JAKARTA - Pemanfaatan teknologi informasi di perguruan tinggi mendorong implementasi e-learning. Seperti apa perkembangan e-learning di Indonesia?

Sebagian besar kampus mulai berbenah menuju kampus digital. Mereka berharap, proses pembelajaran menjadi semakin efektif dan efisien dengan mengimplementasikan elearning berbasis teknologi informasi (TI).

Dengan e-learning, mahasiswa dapat mengakses bahan kuliah dan informasi lain melalui situs resmi kampus, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Namun, implementasi e-learning menuntut persiapan lebih besar dari dosen maupun mahasiswa.

"Bagaimana tidak? Dosen harus stand by dengan internet untuk berdiskusi dengan mahasiswa atau menjawab pertanyaan mereka di mana pun," ujar Chief Information Officer Universitas Bina Nusantara (Binus) Harjanto Prabowo.

Binus sendiri menamakan dirinya sebagai kampus berbasis TI. Memang, sejak tahun 2000, perguruan tinggi swasta (PTS) ini sudah mengembangkan e-learning dengan perpaduan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis TI, yang disebut Multi Channel Learning(MCL). MCL memiliki komponen Classroom Channel, ELearning, dan Self Study.

Harjanto menjelaskan, dalam satu semester setidaknya 70% dilakukan tatap muka, selebihnya murni e-learning atau lazim disebut Off Class. Semua hal yang berkaitan dengan silabus perkuliahan dapat diunduh melalui situs resmi Binus, termasuk soal kuis dan tugas-tugas.

Classroom Channel sendiri adalah kuliah tatap muka di kelas, namun dosen tidak lagi menerangkan dengan buku. Melainkan melalui bahan kuliah yang tercantum dalam situs. Sehingga pada saat tatap muka, dosen akan membawa notebook yang kemudian ditampilkan di layar besar di depan kelas. Tentu cara belajar digital ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik.

Tampilan yang dihasilkan pun lebih nyata dan semakin memudahkan mahasiswa memahami isi materi. Bahkan, baru-baru ini Binus mengembangkan program Online Learning, di mana jumlah Off Class lebih banyak ketimbang jumlah tatap muka.

Mulai pendaftaran hingga hasil ujian, semua dapat diakses lewat internet. PTS yang lain tidak ingin tertinggal. Di Universitas Indonusa Esa Unggul (UIEU) pemanfaatan TI sudah berlangsung sejak tiga tahun silam. Di samping portal online, universitas ini melengkapi fasilitas yang ada di setiap ruang kelas dengan komputer dan proyektor digital.

"Jadi dosen tinggal meng-upload materi perkuliahan untuk satu semester dan mahasiswa bisa mengunduhnya," kata Direktur Techno Tren Campus UIEU Budi Cahyono.

Situs resmi UIEU dilengkapi dengan kalender akademik dan dibagi berdasarkan fakultas dan jurusan, yang kemudian dipecah lagi menjadi mata kuliah dan berdasarkan pertemuan tatap muka.

Dengan adanya sistem ini, tambah Budi, mahasiswa dapat mengumpulkan tugas selama 24 jam dan dapat bergabung dalam forum yang memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi dengan teman sekelas di mana pun mereka berada.

Terobosan lebih besar terjadi di tempat lain. Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) merancang sebuah produk e-learning yang dinamakan National Education Exchange Technology (NEXT). Sistem ini merupakan kuliah jarak jauh yang bisa diambil mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

Semisal mahasiswa STMIK Nusa Mandiri ingin mengambil mata kuliah tertentu di kampus Universitas Indonesia (UI), mahasiswa tersebut dapat mengikuti program NEXT ini hanya dengan cara mendaftar ke UI lewat STMIK Nusa Mandiri. Nilai yang akan didapatkan berasal dari dosen UI dan setelah lulus mahasiswa akan mendapat ijazah tambahan dari UI yang menerangkan mahasiswa bersangkutan telah mengambil mata kuliah pilihan di UI.

Direktur Pasca STMIK Nusa Mandiri M Wahyudi MM MKom memaparkan, program NEXT ini dapat diikuti dengan dua cara. Sinkronus dan Asinkronus. Cara Sinkronus bersifat real time dan mahasiswa mendapatkan pendampingan dosen.

Dalam cara Asinkronus, mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri tanpa kehadiran dosen secara langsung melalui materi yang sudah direkam. Sejauh ini, baru perguruan tinggi yang bergabung dengan APTIKOM saja yang dapat mengikuti program NEXT. (sindo//jri)


 

Design By:
SkinCorner